Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

gigi

MENJAGA kesehatan organ mulut menjadi hal mutlak bagi setiap orang. Penyakit infeksi oral, gangguan pada gigi seperti pembentukan lubang, sampai bau mulut kerap mengincar bagi mereka yang tidak pandai dalam menjaga kesehatan organ mulut.

Berikut adalah tips dan fakta mengenai kebersihan mulut menurut Dr Gopalakrishnan, Sekretaris Jenderal Organisasi Internasional Penelitian Klinis Gigi & Profesor of Periodontology di Universitas Santosh di New Delhi yang dikutip dari healthmeup.com.

1. Sikat gigi minimal dua kali sehari setelah makan dan sebelum tidur setidaknya selama 3-5 menit. Jangan terlalu memberikan tekanan karena hal tersebut akan berakibat pada pendarahan pada gusi. Tempatkan bulu sikat yang halus di sepanjang garis gusi pada sudut 45 derajat. Kemudian sikat lembut permukaan gigi luar dan dalam.

2. Gunakan obat kumur anti mikroba. Dalam penelitian menunjukkan obat kumur anti mikroba yang terbuat dari minyak esensial dapat mengurangi plak sebesar 70 persen dan 36 persen masalah pada gusi. Disarankan untuk menggunakannya sebanyak 20 ml murni selama 30 detik pada pagi dan malam hari.

3. Bersihkan lidah dengan alat pembersih khusus. Hal ini dilakukan untuk menyingkirkan bakteri pada permukaan lidah. Memilih penggunaan benang gigi juga dapat membantu untuk menghilangkan sisa-sisa makanan yang terdapat dalam sela gigi.

4. Hindari perubahan warna gigi dan bau mulut dengan mengurangi rokok, konsumsi teh, kopi, dan anggur merah

5. Jauhi jenis makanan lengket, bergula, dan bertepung secara sering. Gantilah dengan ragam makanan yang mengandung serat, kalsium, dan vitamin C.

6. Jangan lupa untuk periksa gigi secara rutin dalam enam bulan sekali. (MI/ICH)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

gigi

img
Dok. Thinkstock
Jakarta - Berkumur dengan mouthwash setelah menyikat gigi memang menimbulkan sensasi lebih bersih dan segar di mulut. Tapi dibalik itu, mouthwash bisa menimbulkan dampak berbahaya bagi gigi dan mulut.

Beberapa bahan yang terkandung dalam mouthwash punya efek merugikan untuk gigi dan gusi jika tidak digunakan dengan benar. Menurut Robin Seymour, profesor perbaikan masalah gigi dari Newcastle University, saat ini banyak produk mouthwash yang mengandung alkohol hingga 26 persen per satu kemasan. Alkohol bekerja sebagai agen 'pembawa' yang mengoptimalkan fungsi menthol, eucalyptol dan thymol untuk menembus lapisan luar gigi dan menyingkirkan plak.

Kedengarannya memang tidak berbahaya, tapi alkohol bisa menyebabkan kekeringan di mulut dan menghilangkan 'mucus' suatu zat yang menjaga mulut tetap basah dan lembab. Mulut yang kering menimbulkan bau nafas tak sedap dan sensasi 'menggigit' saat berkumur.

Dikutip dari Daily Mail, mouthwash yang mengandung alkohol juga sering disebut-sebut sebagai penyebab meningkatnya risiko kanker mulut. Hasil penelitian yang diterbitkan Dental Journal of Australia melaporkan bahwa ethanol (sejenis alkohol) dalam mouthwash bisa memicu peningkatan zat-zat berbahaya yang bisa menembus lapisan kulit di sekitar mulut dengan mudah. Racun dalam alkohol yang disebut acetaldehyde juga bisa terakumulasi di dalam mulut.

Sebagian produk mouthwash bahkan bisa menyebabkan gigi bernoda, karena zat kimia yang bernama chlorohexidine gluconate. Zat ini sebenarnya diciptakan untuk mengurangi bakteri dan menyingkirkan plak, tapi efeknya justru menimbulkan bau mulut tidak sedap dan noda. Jika digunakan terus menerus, mouthwash bisa menyebabkan timbulnya noda kecokelatan pada enamel gigi karena reaksi kimia.

"Chlorohexidine menyebabkan noda pada gigi dalam pemakaian mouthwash selama sepuluh hari, karena bereaksi dengan zat aditif makanan yang mungkin masih tertinggal. Zat aditif biasa terdapat pada soda, teh, kopi dan red wine," jelas Profesor Robin.

Apakah kita harus menghindari pemakaian mouthwash untuk kesehatan gigi dan mulut? Profesor Robin menyarankan untuk menggunakan mouthwash tanpa alkohol, dengan label 'alcohol-free'. Selain tidak membuat mulut kering, juga meminimalisir terbentuknya noda cokelat pada gigi. Sebaiknya jangan langsung berkumur dengan mouthwash setelah menyikat gigi, tapi tunggu 30 menit dulu. Beberapa bahan dalam pasta gigi seperti foaming agent dan sodium lauryl sulphate bisa bereaksi dengan fluoride di dalam mouthwash, menonaktifkan sehingga kehilangan efeknya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

kes Mulut

Oral Seks VS Kanker Mulut



Oral Seks Penyebab Kanker
Tahukah anda bahwa aktivitas oral seks bisa menyebabkan timbulnya kanker mulut? Sebuah penelitian dari The John Hopkins University School of Medicine scientists menyebutkan bahwa aktivitas oral seks merupakan salah satu cara berpindahnya human papillomavirus (HPV) yaitu virus penyebab terjadinya kanker servik dari servik ke mulut yang bisa menyebabnya munculnya kanker mulut.
Sebuah studi juga mengemukakan jumlah penderita kanker mulut setiap tahun nya semakin bertambah selama sepuluh tahun terakhir ini, bahkan melebihi penderita kanker testis dan kanker servik itu sendiri. Rata-rata penderita tersebut adalah mereka yang berusia dibawah 45 tahun dimana aktifitas seksual mereka sedang tinggi.
Pencegahan
Meski oral seks merupakan salah satu penyebab kanker mulut namun anda tak perlu terlalu khawatir, karena resiko terjangkitnya kanker mulut melalui seks oral masih terbilang rendah yaitu 1:10.000 orang. Sebaliknya rokok masih manjadi faktor utama menyebab kanker mulut disamping alkohol. Keduanya beresiko lebih tinggi 30 kali menyebabkan kanker mulut dibanding oral seks. Namun ada baiknya anda tetap waspada, tetap setia dan tidak bergant-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual merupakan cara terbaik menghindari diri anda dari kanker mulut. Cara lainnya adalah dengan terlebih dahulu memerikasaan diri anda dan pasangan ke klinik gigi dan gusi untuk melakukan tes STD atau pengecekan kesehatan mulut untuk memastikan bahwa anda atau pasangan tidak membawa virus HPV. Hal ini terutama dilakukan bagi pasangan yang hendak menikah.
Vaksinasi
Vaksinasi juga merupakan alternatif pencegahan terjangkitnya virus HPV, namun vaksinasi HPV hanya dilakukan untuk wanita terutama wanita muda, sementara bagi pria hanya bisa melakukan vaksinasi pencegahan kanker servik melalui suntikan yang dilakukan selama 6 bulan dengan biaya yang terbilang mahal.
Riwayat Seksual Pasangan
Tidak yakin dengan riwayat seksual pasangan kadang membuat anda tetap merasa tidak aman melakukan oral seks meski hasil tes menyatakan bahwa anda berdua tidak membawa virus HPV. Untuk itu tidak ada salahnya jika anda memakai pelindung atau kondom saat melakukan oral seks. Meski cara tersebut bukan cara menyenangkan bagi kehidupan seksual anda dan pasangan, namun play safe lebih baik dibanding pengobatan bukan?
Penanganan
Deteksi lebih dini terhadap kanker mulut dapat memperbesar tingkat keberhasilan pengobatan. Waspada jika terjadi luka disekitar membran mulut yang tak kunjung sembuh setelah tiga minggu, atau munculnya benjolan-benjolan kecil disekitar mulut berwarna merah dan putih. Segera hubungi dokter anda secepatnya jika anda mengalami indikasi terjangkitnya kanker pada mulut anda.

Sumber : http://www.dechacare.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS